Filed under: Pemahaman
Melukiskanmu saat senja & memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu & tiada yang menjawabku selain hatiku & ombak berderu.
Di pantai ini kau selalu sendiri tak ada jejakku di sisimu. Namun saat ku tiba & suaraku memanggilmu akulah lautan kemana kau selalu pulang.
1. Jingga di bahuku & malam di depanku. & bulan siaga sinari langkahku. Kuterus berjalan & kuterus melangkah kuingin kutahu engkau ada.
Memandangimu saat senja, berjalan di batas dua dunia. Tiada yang lebih indah & tiada yang lebih rindu selain hatiku andai engkau tahu.Di pantai itu kau tampak sendiri, tak ada jejakku disisimu. Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi, akulah lautan memeluk pantaimu erat.
2. Jingga di bahumu & malam di depanmu. & bulan siaga sinari langkahmu. Teruslah berjalan & teruslah melangkah kutahu kau tahu aku ada.
3. Jingga di bahumu & malam di depanku. & bulan siaga sinari langkahmu. teruslah berjalan & teruslah melangkah kutahu kau tahu aku ada.
4. Kuterus berjalan & kuterus melangkah kutahu kautahu aku ada.
5. I miss you so much till my knees are shaking.
Filed under: Uncategorized
Suatu hari saya disuruh seseorang untuk ke Theme Park Trans7 Makassar, katanya saya butuh relex guna melonggarkan urat syaraf. Tapi, karena saya bukan orang yg suka ke tempat seperti itu jadilah saya menunndanya dengan alasan tidak ada waktu yang tepat. Lagian emang belum ada orang yang tepat untuk ngajakin saya kesana, saya bilang kalo kamu yang ngajakin saya mauhhhh…*dalam hati* hahhaha…
Tiba2 ada seorang teman yang mengajak ke sebuah laut! Wah laut. Walau saya masih berkeras tidak ada waktu, tapi atas alasan saya ingin menyenangkan teman jadilah saya kesana menemanbi teman saya liburan, yg akhirnya malah saya yang sangat menikmati. Hihihihi…. ini ada videonya saya buat… Saya bawa kamera dan paket2nya sekalian ngambil gambar dan melenturkan syaraf2 kamera saya yg 2 bulan ini ga pernah kepakai.
PS. Saya ga mau ke Theme Park Mks karena lebih kepada wahananya tidak cocok buat saya. Yg saya inginkan adalah Universal Studio…Hahhahah
Filed under: Kisah harian
Beberapa saat yg lalu Saya berusaha u mnjalin hubungan dgn seseorg. Seorg yg Saya sangat sayangi bahkan Saya bisa menempatkannya “lebih mnyayangi dia dari pada menyayangi diri sendiri”. Pada tiba saatnya kami memutuskn utk berpisah. Pada saat kita berada dalam perasaan ini (dalam tanda kutip diatas) sampailah saya pada kesimpulan bahwa jika seseorg “juga” menyayangi kita inilah yg akan berlaku :
Ketika Kamu sakit – dia mnderita, ketika Kamu teguh – dia akan sabar, ketika Kamu bahagia – dia menikmati, ketika kamu lelah – dia akan kuat, ketika Kamu kalah – dia menenangknnya, ketika Kamu berjuang – dia ikut berjuang, ketika Kamu menyerah – dia memprjuangknnya. Ketika melihatmu – dia senang & tdk pernah menyia2kanmu. Kamu menyayanginya, dia akan lebih giat. Dan, Ketika Kamu hilang – dia akan mencarimu.
Saya belum pernah merasakan begitu sayangnya saya pada seseorg seperti saat ini.
Banyak impian yg hrs dikubur hidup2 krn semua tdk berjalan dgn baik seperti yg saya inginkan diatas.
Krn kesedihan saya kepiluan saya blm mampu mmbeli rasa sayang.
Saya tidur dulu yah, lelah hati. Dan mataku, minta ditiduri.
Filed under: Kisah harian
I’m not surprised,
I’ve broken my heart so many times I stopped keeping track. Talk myself in and out, get all worked up. Then I let myself down,
I tried so very hard not to loose it with a million excuses and thought of every possibility,
And I know some day that it’ll all turn out. You’ll make me work so we can work to work it out.
I might have to wait and try to never give up. I guess it’s half timin’, and the other half’s luck. And I know that we can be so amazing, baby u’r gonna change me, and now I can see every possibility.
Wherever you are,
Whenever it’s right,
You’ll come outta nowhere and into my life.
They say all’s fair… Affection and war…But I won’t need to fight it, we’ll get it right an’,…we’ll be united!
Oh, my affection.
promise you kid to give so much more than I get.
I just haven’t met you yet.
Filed under: Pemahaman
Kebanyakan orang menjalani hidup tanpa bisa melihat dan menyadari peluang-peluang luar biasa yang ada di sekitar mereka. Saya teringat akan kisah tetang seorang perempuan yang hidap pada awal abad ini. Bertahun-tahun ia menabung untuk impian datang ke tanah impian Amerika. akhirnya ia memang punya cukup uang untuk mendapatkan tiket naik kapal. Karena uangnya sangat mepet, ia nyaris tidak pernah keluar kabin kapal selama perjalalnan. Ia berfikir, agar bisa irit maka ia juga meransum makanan yang ia bawa sebelum naik kapal. Begitulah yang ia lakukan berhari-hari selama perjalanan di laut. Saat perjalanan tinggal sehari, ai ingin mengakhiri “tirakat” makan. Ia ingin mencicipi sajian makanan yang ada di dalam kapal. Maka, iapun keluar kabin untuk masuk ke ruang jamuan makan terakhir. Ia melihat cukup banyak makanan. lalu, dengan ragu ia bertanya pada awak kapal berapa harga makanan di situ. Ia mendapat jawaban, “Nyonya, apa kau tidak tahu? Semua makanan ini sudah termasuk dalam harga tiket kapal. Anda boleh memakannya berapa saja tanpa bayar. Gratis.”
Hidup kadang seperti itu. Tetapi, kita tentu tidak ingin menjalani hidup sampai akhir dan baru menyadari bahwa Anda bisa mendapatkan yang Anda inginkan jika seseorang baru saja menunjukkan jalan. Kita bisa menikmati kelimpahan apapun yang alam tawarkan sama seperti upaya alam memberikan kesengsaraan. Tinggal kita yang memilih.
PS. Tanya pada yang sudah hidup didalamnya dan melakukannya. Banyak dari mereka yang suka membantu. Mereka hanya membutuhkan komitmen.
Ketika ibu saya berkunjung, Ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, Dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun Wanita,
Dan ibu saya mencoba gaun demi gaun Dan Mengembalikan semuanya. Seiring Hari yang berlalu, Saya mulai lelah Dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, Ibu Saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk Dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya Melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya Berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya Mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi Kejadian tersebut terukir Dan tidak dapat terlupakan Dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran Saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut Dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua Tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi Saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk Saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya … Dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini.
Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah Membuat saya dapat melihat dengan Mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.
Dunia ini memiliki Banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu Agung,
tetapi tak satu pun yang dapat menandingi.
Keindahan tangan Ibu…
Filed under: Filsuf
Sebuah literatur tua mengatakan :
“kita harus terus merasa muda agar supaya kita terus menghijau dan terus bertumbuh. Daripada terus merasa tua dan kita menunggu untuk membusuk setelah itu mengeras”






